Detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia – Sejarah Indonesia Merdeka

Advertisement
Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Maknanya begitu sakral. 3, 5 abad dijajah Belanda, 3,5 tahun dijajah Jepang. Yah, memang kita yang lahir setelah proklamasi dan era awal kemerdekaan mungkin tidak benar-benar mengerti bagaimana rasanya jadi orang terjajah. Disinilah perlunya belajar sejarah kemedekaan Indonesia. Jangan sampai seperti kacang lupa sama kulitnya. Jangan jadi anak durhaka!

Makna Proklamasi

Apa sih proklamasi itu? Sejenis kacang goreng kah? Atau biskuit? Nah, gini ni kalau anak kecil kita tanya apa itu proklamasi, pasti jawaban nya seputar makanan. Nah, bagi anak pintar pasti jawabannya yang ilmiah, yang kekinian.

Makna proklamasi bagi bangsa indonesia adalah sebuah pernyataan bahwa Indonesia sudah tidak lagi menjadi bangsa yang dijajah, sebaliknya Indonesia bebas untuk membentuk negara sendiri yang merdeka dan berdaulat.

gambar proklamasi kemerdekaan Indonesia
Proklamasi kemerdekaan Indonesia

Peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia

Sekarang, mari kita menghitung mundur. Inilah kronologi peristiwa-peristiwa penting sebelum proklamasi RI ;

1. Jepang menyerah kepada sekutu.
Pada Perang Dunia ke –II di Asia Pasifik, Jepang mengalami kekalahan terutama dengan di bom nya kota Hiroshima tanggal 6 Agustus 1945 dan kota Nagasaki tanggal 9 Agustus 1945. Akhirnya jepang menyerah kepada sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Berita kekalahan Jepang tsb menyebar cepat lewat siaran radio. 

2. Peristiwa Rengasdengklok. 
Dengan menyerahnya Jepang kepada Sekutu, Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan (vacuum of power). Kondisi tersebut menimbulkan perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda mengenai kapan harus dilakukan proklamasi. Golongan muda adalah mereka yang menginginkan proklamasi dilaksanakan secepatnya, paling lambat tanggal 16 Agustus ‘45, sedangkan golongan tua merupakan kelompok yang ingin masalah proklamasi dirapatkan terlebih dahulu dengan anggota PPKI. 

Dinamakan golongan muda karena rata-rata usia mereka adalah 25 tahun, sedangkan disebut golongan tua karena usia mereka antara 45 – 50 tahun. 

Golongan muda berpendapat kemerdekaan Indonesia harus ditentukan rakyat Indonesia sendiri dan tidak dapat digantungkan kepada bangsa lain. Kondisi kekosongan kekuasaan (vacuum of power) di Indonesia harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk secepatnya diadakan proklamasi/ pernyataan kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan harus dikawal dan dipastikan bersih dari pengaruh Jepang.

Sebaliknya, golongan tua khawatir jika Indonesia melaksanakan proklamasi sebelum sidang PPKI, akan memunculkan konflik dengan Jepang dan atau sekutu. 

Tanggal 15 Agustus ’45 sekitar jam 22.000 malam, Wikana dan Daris yang mewakili golongan muda menemui Ir. Soekarno dan memaksa supaya Proklamasi dilaksanakan secepatnya, namun Soekarno bersikeras menolak.  Akhirnya, golongan muda menculik Ir. Soekarno dan Moh. Hatta, dan membawa kedua tokoh tsb ke Rengasdengklok (sekitar 15 menit dari pusat kota Jakarta) pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00 pagi. 

Beruntung, Mr. Ahmad Soebardjo datang ke Rengasdengklok dan tiba di Rengasdengklok pukul 17.30 WIB. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan golongan muda bahwa proklamasi akan dilaksanakan di Jakarta paling lambat tgl 17 Agustus ’45 pukul 12 siang. 

Naskah Proklamasi

gambar naskah proklamasi kemerdekaan
naskah proklamasi, tulisan tangan Ir. Soekarno

Jadi, proklamasi itu berisi sebuah kalimat pernyataan. Kalimat tsb begitu penting karena mewakili seluruh rakyat Indonesia. Sebab itu proklamasi harus dibuat terlebih dahulu naskah nya, draft nya. Kalau naskah/ draft/ rancangannya oke baru disetujui untuk ditandatangani. 

Dini hari tgl 17 Agustus 1945, naskah Proklamasi dirancang di rumah Laksamana muda Tadashi Maeda, tepatnya di di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta. Dipilihnya rumah laksamana Maeda tsb atas rekomendasi Ahmad Soebardjo.

Perumusan naskah proklamasi sendiri dilakukan oleh tiga orang, yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Ahmad Soebardjo . Naskah proklamasi sendiri ditulis tangan oleh bung karno. Kemudian disepakati kalau naskah proklamasi tsb ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Selanjutnya, naskah proklamasi diketik oleh Sayuti Melik, dan menjadi teks proklamasi autentik (teks proklamasi asli).

Setelah  teks proklamasi autentik selesai dibuat dan ditandatangani, disepakati bahwa proklamasi akan dilaksanakan di halaman rumah bung karno yaitu di Jalan Pegangsaan Timur no. 56, Jakarta.

Detik detik proklamasi kemerdekaan Indonesia

Ini saat berlangsungnya proklamasi. Proklamasi dilangsungkan hari jum’at pagi tanggal 17 Agustus tahun 1945 (tahun Masehi), tepatnya pada pukul 10 WIB. Karena itulah saat ini tanggal 17 Agustus selalu kita peringati sebagai hari kemerdekaan indonesia. 

Pembacaan teks proklamasi dilakukan oleh Ir. Soekarno. Pembacaan dilakukan dengan bunyi lantang, khas bung karno. Setelah pembacaan teks proklamasi, bendera merah putih dikibarkan untuk pertama kali nya dalam sejarah. Pengibar bendera merah putih saat proklamasi adalah Suhud dan Latief Hendradiningrat.
baca juga : organisasi pergerakan nasional Indonesia

Pidato Proklamasi dan isi teks proklamasi

yang dibacakan Ir. Soekarno ketika proklamasi, apa ya? Nah, sebelum membacakan teks proklamasi, ada pidato proklamasi yang dibuat Soekarno sendiri. Adapun isi teks proklamasi kemerdekaan Indonesia versi asli nya (otentik) dan Pidaro proklamasi, selengkapnya sbb  ;

Saudara-saudara sekalian! Saja sudah minta saudara-saudara hadir di sini untuk
menyaksikan satu peristiwa maha penting dalam sedjarah kita.

Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berdjoang untuk kemerdekaan
tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun! Gelombangnya aksi kita untuk
mentjapai kemerdekaan kita itu ada naik dan ada turunnya, tetapi djiwa kita, tetap
menudju ke arah tjita-tjita.

Djuga di dalam djaman” Djepang usaha kita untuk mentjapai kemerdekaan nasional
tidak henti-henti. Di dalam djaman Djepang ini, tampaknja sadja kita menjandarkan
diri kepada mereka. Tetapi pada hakekatnya tetap kita menjusun tenaga kita sendiri,
tetap kita pertjaja kepada kekuatan sendiri.

Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah
air di dalam tangan kita sendiri. Hanja bangsa jang berani mengambil nasib dalam
tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnja.

Maka kami, tadi malam telah mengadakan musjawarah dengan pemuka-pemuka
rakjat Indonesia, dari seluruh Indonesia. Permusjawaratan itu seia sekata berpendapat,
bahwa sekaranglah datang saatnja untuk menyatakan kemerdekaan kita.
Saudara-saudara! Dengan ini kami njatakan kebulatan tekad itu. Dengarlah
proklamasi kami:

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara
saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen ‘05

Atas nama bangsa Indonesia,

Soekarno/Hatta

Demikianlah, saudara-saudara!
Kita sekarang telah merdeka!
Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita!
Mulai saat ini kita menyusun Negara kita! Negara Merdeka, Negara Republik
Indonesia, merdeka kekal dan abadi.
Insya Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita.

Tokoh proklamasi

Tokoh-tokoh proklamasi adalah mereka yang terlibat dalam peristiwa proklamasi Indonesia dan mempunyai peran yang penting. Golongan muda diwakili oleh Chaerul Saleh, Sukarni, B.M Diah, Adam Malik, Wikana, Darwis, Yusuf Kunto, dan Sayuti Melik. Adapun tokoh yang mewakili golongan tua adalah  Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Ahmad Soebardjo, Dr. Syamsi, Mr. Moh. Yamin, Dr. Buntaran, dan Mr. Iwa Kusumasumantri. 


Pembaca sekalian, demikianlah sejarah singkat proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dapat kami sharing dengan Anda. Semoga kita semua dapat mengisi kemerdekaan yang telah diamanahkan para pejuang dengan penuh tangggung jawab. Aamiin.
Salam!